Jumat, 28 Agustus 2015

Menerima Masa Lalu Pasangan

Hari ini disela-sela istirahat jam kantor, saya dan beberapa teman membahas mengenai suatu topik yang mungkin dialami banyak orang yaitu tentang bagaimana menerima masa lalu pasangan. Mencintai dan dicintai oleh seseorang sungguh indah rasanya, perasaan menggebu-nggebu yang tidak bisa digambarkan, degupan jantung yang berdetak sangat kencang ketika bertemu dan perasaan-perasaan bahagia lainnya yang tak bisa dilukiskan adalah sekelumit hal yang dialami ketika kita menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis. Namun, sebegitu indahkah hubungan dua insan manusia yang sedang dimabuk asmara? Ah..saya yakin tidak. Pertengkaran, tangisan, dan kekecewaan adalah beberapa hal yang menjadi bumbu-bumbu istimewa dalam setiap hubungan. Bahkan banyak pasangan yang berakhir perpisahan karena mereka tidak bisa menerima masa lalu salah satu pasangan. Salah? saya tak berhak menjawab karena masing-masing individu mempunyai pilihan masing-masing.

Kadang saya berfikir, bahwa menerima pasangan kita sepaket dengan masa lalunya bukanlah hal yang sulit. Toh kita tak perlu melihat-lihat lagi masa lalu cukup kita fokus dengan masa depan kita. Tetapi setelah mendengar beberapa cerita teman, ternyata menerima pasangan kita dengan masa lalunya bukanlah perkara mudah. Tidak semua orang dengan siap menerima bahwa pasangannya memiliki masa lalu yang kelam contohnya pernah jadi pecandu, pernah melakukan kekerasan, pernah melakukan hubungan seks dengan mantannya dan yang paling sering adalah mengetahui bahwa pasangan kita sudah tidak virgin (perawan). Menyakitkan? kelihatannya iya. Kecewa? saya jawab mungkin.

Saya tidak bisa berpendapat banyak hal, karena ini kembali ke masing-masing individu. Menerima atau tidak terima adalah sama-sama jawaban untuk sebuah pertanyaan dengan resikonya masing-masing. Jika kita merasa yakin dengan pasangan kita yang sekarang, dan dia membuktikan kesungguhannya untuk berubah dan bertobat mungkin kita bisa menerimanya.Namun ketika hati kita merasa tidak yakin, maka lebih baik meninggalkannya, karena menurut saya keragu-raguaan tidak akan pernah berujung baik. Jawaban lain yang saya bisa berikan, mungkin kita bisa curhat kepada Allah. Dialah satu-satunya yang bisa mengerti keadaan dan perasaan kita. Tanyakan kepada Nya dan lubuk hati kita sendiri. Tentu Dia akan memberikan jawaban terbaik untuk kita. Jangan pernah takut meninggalkan apa yang tidak kita yakini meski itu harus menyakiti orang lain. Kalau kalian punya saran ya, silahkan comment . Dan satu hal yang saya teramat yakini, bahwa seseorang yang baik tentu akan mendapatkan pasangan yang baik pula dan begitu pula sebaliknya. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Melukis melalui tulisan Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template